aku speechless, ga bisa membayangkan, akan seperti apa dunia ini kelak, atau mungkin, lebih tepat juka aku bilang, duniaku kelak.
orang tua yang ku banggakan, yang kusayang...
keluarga yang harmonis, tanpa beban...
hidup yang bahagia, damai...
aku baru sadar, smua itu hanya bohong belaka. Dunia tidak akan memberikan itu semua. Aku slalu mencoba menenangkan hati, bahwa ada suatu saat, dimana smuanya telah berlalu, dan kamu bisa menertawakan masa lalu..dimana kamu bisa mengingatnya dengan pahit, tetapi merasakan manisnya kini...
aku juga berfikir, kalau cuma aku seorang yang terus berfikir dan mengeluh. tetapi smua itu salah. orang yang selama ini kamu kira bodoh, ternyata lebih memikirkan hal itu. Hal apa?
Masa depan...masa dimana kamu ingin menatanya dari dini..masa di mana harapan tertumpu pada itu. tapi apa yang kamu bisa rencanakan? jika kamu tak mempunyai apapun di dunia ini...bahkan kepercayaan untuk mencintai dan menyayangi pun aku meragukanya.
Ketakutan, rasa yang belakangan ini menghantui pikiran ku. Rasa yang sangaaaaaaaaaaaaat ingin aku keluarkan tapi tidak dapat muncul dari bibirku. Mungkin aku takut, terlalu takut untuk mengatakannya, karena ada keyakinan kalau itu bisa terjadi. Mungkin aku bosan, aku hanya menggunakan air mata dan otakku, dan tak ada jalan kluar yang terbesit. Mungkin juga aku tidak dapat menemukan satu orang pun yang aku bisa percaya. Mungkin.
Seberapa ingin aku kembali ke masa lalu? aku sendiri bingung. Ingin sekali kembalik ke masa lalu, dengan diri ku yang sekarang. di mana aku bisa treasure the moment. di mana aku bisa sangat menghargai hal itu. tapi apa daya? hidup terus berjalan dengan hantu hantu nya yang kokoh.
Mama, papa.. kedua orang yang paling aku sayang. Orang yang masih memberikan arti kata cinta benar benar berarti. Yang masih aku harapkan untuk melindungiku. Tapi sudah bukan saatnya. Karena aku yang harus melindungi mereka..
Aku hanya berani berharap. Masa ini benar benar akan berlalu dengan baik. Dengan kebahagiakan yang menjajikan. aku ingin tertawa. aku ingin tertawa bersama mereka.
Monday, October 27, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment