Friday, October 31, 2008

Friday, 31 Oct 08. 09.59 pm

ak duduk di ranjangku. memangku buku-buku dan kertas coretan. Sambil terus berfikir. Untuk apa aku sekolah dan belajar? telepon berbunyi, aku tau itu mereka. atau lebih tepatnya, salah satu dari mereka. Mama. Orang yang kutunggu2 untuk meneleponku. Suaranya lembut, riang, tapi tersirat kegelisahan. Aku tau pasti itu. Aku berusaha bertanya senormal mungkin tentang keadaan hari ini. Kemajuan, dan langkah telah ditetapkan. Cara berbicara yang optimis dan tenang. Harusnya semua itu membuatku senang. Tapi, dukaku tumbuh dalam hitungan menit. Suara yang kutahan, dan senyum yang kupaksa. Aku berbicara tentang sekolah ku. Bagaimana banyaknya bahan2 ujian nanti. Berharap dia teralihkan olehku. Dia pun kembali gelisah, bukan karena masalahnya, tapi masalahku, yang jauh lebih kecil darinya. Kasih sayang yang sulit kuungkapkan. Ketakutan jika anaknya tidak menjadi orang. Atau anaknya luka sedikit saja. Apa saja ditawarkanya untuk membuatku tidak tergores sedikitpun.

Tangisku meledak. Bagaimana bisa, kasih sayang dan cinta sebesar itu ada? Dan akupun tidak mempercayai hal itu benar2 ada di dunia ini.

Aku hanya berfikir, kalau aku harus terus berjuang, untuk aku dan mereka.

Monday, October 27, 2008

untitled

aku speechless, ga bisa membayangkan, akan seperti apa dunia ini kelak, atau mungkin, lebih tepat juka aku bilang, duniaku kelak.

orang tua yang ku banggakan, yang kusayang...
keluarga yang harmonis, tanpa beban...
hidup yang bahagia, damai...

aku baru sadar, smua itu hanya bohong belaka. Dunia tidak akan memberikan itu semua. Aku slalu mencoba menenangkan hati, bahwa ada suatu saat, dimana smuanya telah berlalu, dan kamu bisa menertawakan masa lalu..dimana kamu bisa mengingatnya dengan pahit, tetapi merasakan manisnya kini...

aku juga berfikir, kalau cuma aku seorang yang terus berfikir dan mengeluh. tetapi smua itu salah. orang yang selama ini kamu kira bodoh, ternyata lebih memikirkan hal itu. Hal apa?

Masa depan...masa dimana kamu ingin menatanya dari dini..masa di mana harapan tertumpu pada itu. tapi apa yang kamu bisa rencanakan? jika kamu tak mempunyai apapun di dunia ini...bahkan kepercayaan untuk mencintai dan menyayangi pun aku meragukanya.

Ketakutan, rasa yang belakangan ini menghantui pikiran ku. Rasa yang sangaaaaaaaaaaaaat ingin aku keluarkan tapi tidak dapat muncul dari bibirku. Mungkin aku takut, terlalu takut untuk mengatakannya, karena ada keyakinan kalau itu bisa terjadi. Mungkin aku bosan, aku hanya menggunakan air mata dan otakku, dan tak ada jalan kluar yang terbesit. Mungkin juga aku tidak dapat menemukan satu orang pun yang aku bisa percaya. Mungkin.

Seberapa ingin aku kembali ke masa lalu? aku sendiri bingung. Ingin sekali kembalik ke masa lalu, dengan diri ku yang sekarang. di mana aku bisa treasure the moment. di mana aku bisa sangat menghargai hal itu. tapi apa daya? hidup terus berjalan dengan hantu hantu nya yang kokoh.

Mama, papa.. kedua orang yang paling aku sayang. Orang yang masih memberikan arti kata cinta benar benar berarti. Yang masih aku harapkan untuk melindungiku. Tapi sudah bukan saatnya. Karena aku yang harus melindungi mereka..

Aku hanya berani berharap. Masa ini benar benar akan berlalu dengan baik. Dengan kebahagiakan yang menjajikan. aku ingin tertawa. aku ingin tertawa bersama mereka.